Papua Pegunungan, NIES WORLD TV — Namene Elopere memberikan penjelasan terbuka terkait pandangan ideologis gerakan pembebasan Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Ia menegaskan bahwa meski KNPB pada umumnya dilihat sebagai gerakan Komunis dan Sosialis, kedua paham tersebut memiliki tujuan akhir yang sama namun dengan tahapan dan cara pencapaian yang berbeda.
Dalam penjelasannya, Namene Elopere memaparkan bahwa KNPB memposisikan Sosialisme sebagai tahapan perjuangan. Pada tahap ini, alat produksi seperti tanah, hutan, tambang, dan air harus dikuasai serta dikelola bersama oleh rakyat, bukan oleh korporasi asing atau segelintir elit. Ia menyebutkan, negara merdeka yang dicita-citakan adalah negara yang berpihak pada rakyat kecil, bukan negara kapitalistik. Prinsip yang diusung adalah "dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat Papua" guna melawan imperialisme, kolonialisme, dan kapitalisme ekstraktif.
Sementara itu, Komunisme dipahami sebagai tujuan akhir yang lebih jauh, yakni terwujudnya masyarakat tanpa kelas. Pada fase ini, Namene menjelaskan tidak ada lagi penindasan maupun eksploitasi orang Papua sebagai buruh murah di tanahnya sendiri. Negara represif tidak lagi diperlukan karena rakyat dinilai sudah mampu mengatur dirinya secara komunal, sebuah konsep yang ia sebut sejalan dengan nilai asli budaya Papua, yakni komunal, gotong-royong, dan Honai.
Dalam bahasa teori kiri, ia mengibaratkan, "Sosialisme adalah jembatan, Komunisme adalah seberang jembatannya."
Meski menggunakan dua istilah tersebut, Namene Elopere menegaskan bahwa KNPB secara resmi adalah organisasi pembebasan nasional, bukan partai komunis. Tujuan utama organisasi tersebut adalah menuntut hak menentukan nasib sendiri melalui referendum.
Adapun penggunaan analisis kiri dalam propaganda dan pendidikan politik KNPB, menurutnya, didasari oleh tiga alasan utama:
- Musuh yang dilawan didefinisikan sebagai sistem, yakni kolonialisme dan kapitalisme global.
- Nilai budaya Papua yang komunal, kolektif, dan berbagi dinilai sangat dekat dengan nilai sosialisme.
- Sebagai upaya untuk membangun solidaritas internasional dengan gerakan kiri dan anti-kolonial di seluruh dunia.
Namene Elopere menutup penjelasannya dengan menyatakan bahwa ungkapan "kita sosialis" atau "kita komunis" di dalam KNPB bukan bermaksud untuk mendirikan negara Soviet di Papua. Hal itu merupakan penegasan bahwa Papua merdeka harus menjadi entitas yang sosialis dan berkeadilan sosial, bukan kapitalistik.