TECH, NIES WORLD TV - Sekitar 600.000 chip kecerdasan buatan Nvidia H200 tersimpan di Hong Kong dan menunggu pengiriman ke Tiongkok daratan, karena Beijing menahan persetujuan impor skala besar meski permintaan dari perusahaan teknologi tetap tinggi. Reuters melaporkan kabar itu pada Kamis, 5 November 2026, mengutip dua orang yang mengetahui persoalan tersebut.
H200 bukan prosesor terbaru Nvidia, tetapi kemampuannya masih belum tertandingi oleh alternatif dari Tiongkok, sehingga tetap dicari untuk melatih model AI, terutama bila dipadukan dengan perangkat lunak Nvidia.

Kelangkaan itu langsung terasa di harga. Reuters mencatat satu server delapan kartu H200 ditawarkan lebih dari 6 juta yuan, sekitar 900.000 dolar AS, di Tiongkok daratan pada akhir Oktober, sekitar tiga kali lipat harga setahun sebelumnya. Amerika Serikat sebelumnya melarang ekspor H200 ke Tiongkok, sebelum pemerintahan Presiden Donald Trump memberi izin tahun lalu kepada Nvidia untuk menjual chip itu ke pelanggan Tiongkok yang disetujui.

Di hari yang sama, Kamis, 5 November 2026, CNBC menulis Moonshot AI, perusahaan di balik model Kimi, membahas penyewaan kapasitas komputasi Nvidia Blackwell dari operator cloud di Eropa, mengutip empat orang yang mengetahui pembicaraan itu. Satu sumber menyebut klaster berisi 8.000 GPU atau lebih. Dalam skema yang dibahas, Moonshot akan menyewa kapasitas dari operator non-Tiongkok yang bisa membeli chip canggih itu, dengan salah satu usulan meminta pembayaran di muka 30 persen sampai 50 persen lebih tinggi dibanding pelanggan non-Tiongkok.
CNBC menegaskan tidak ada sewa yang dikonfirmasi. Pembicaraan itu masih berupa diskusi, bukan kesepakatan yang sudah ditandatangani.

Dua hari sebelumnya, pada Selasa, 3 November 2026, Financial Times, mengutip lima orang yang mengetahui persoalan itu, melaporkan Nvidia meminta mitra cloud-nya menjual sedikitnya 51 persen layanan mereka ke perusahaan non-Tiongkok, sehingga pelanggan Tiongkok dibatasi maksimal 49 persen. Aturan itu hanya berlaku untuk kontrak baru, dan disampaikan secara lisan lewat tim penjualan Nvidia, bukan lewat dokumen tertulis.
Nvidia sendiri tidak mengonfirmasi maupun membantah laporan itu ketika dimintai tanggapan oleh AFP. Sementara itu, The Information, dalam laporan lanjutan, menyebut arahan Nvidia itu belum bersifat wajib dan belum ditegakkan secara ketat.
Bagi pembaca, gambaran besarnya cukup jelas. Chip yang melatih dan menjalankan AI kini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal siapa yang boleh mengaksesnya, dari mana, dan dengan harga berapa. Stok yang menumpuk di satu tempat, harga yang melonjak di tempat lain, dan pencarian jalan baru lewat Eropa menunjukkan betapa berharganya daya komputasi AI saat ini.
Sumber: Reuters, 5 November 2026, “Nvidia chips pile up in Hong Kong as China withholds import approval”; CNBC, 5 November 2026, “Moonshot AI Discussed European Blackwell Leases Amid U.S. Chip Curbs”; Financial Times, 3 November 2026, lewat laporan AFP dan Invezz, “Nvidia tells data center partners to limit China exposure”; The Information, 3 November 2026, lewat laporan lanjutan.