Pemprov Papua Pegunungan Kejar Target TMT CPNS Formasi 2024 pada Oktober 2026.

Pemprov Papua Pegunungan Kejar Target TMT CPNS Formasi 2024 pada Oktober 2026.

PAPUA PEGUNUNGAN, NIES WORLD TV - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan saat ini tengah menggenjot penyelesaian administrasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024. Pihak Pemprov memproyeksikan tahapan tersebut akan segera mengantongi status Terhitung Mulai Tanggal (TMT) pada bulan Oktober 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Pegunungan, Elai Giban, menjelaskan bahwa kelengkapan dokumen peserta masih terus berproses. Pihaknya masih menemukan banyak kekurangan berkas dari para pelamar yang memerlukan perbaikan secepatnya.

“Kami berharap CPNS ini TMT Oktober 2026. Tetapi baru saja saya tanda tangan berkas, masih ada banyak yang kekurangan sehingga peserta harus melakukan perbaikan,” ujar Elai di sela-sela rapat paripurna DPRP Papua Pegunungan.

Terkait perolehan TMT, Elai mengingatkan bahwa hal itu tidak serta-merta memastikan hak-hak finansial peserta langsung dibayarkan. Pemenuhan hak keuangan sangat bergantung pada penerbitan Surat Keputusan (SK) dan bukti nyata keaktifan di tempat tugas.

“Bukan berarti TMT itu langsung dibayarkan haknya. Itu akan ditentukan dengan penempatan, SK penempatan, dan aktif melaksanakan tugas,” tambahnya.

Mengingat proses validasi data berjalan menggunakan sistem elektronik, Elai mengimbau seluruh pelamar untuk menahan diri dan tidak mengambil sikap reaksioner jika terjadi kendala administrasi.

“Bagi saudara-saudara pelamar, jangan lihat proses ini lalu bosan dan demo atau aksi. Tunggu, proses ini sedang jalan karena ini bukan kerja manual. Kerjanya adalah kerja sistem digital, elektronik,” tegas Sekda.

Kesalahan atau ketidaklengkapan syarat dianggap sebagai bagian dari dinamika penginputan yang memerlukan ketelitian.

“Kalau ada yang kurang, ada yang salah, ya harus dimaklumi. Ini bukan sengaja,” ujar Elai.

Elai menegaskan bahwa pihaknya beserta seluruh jajaran staf terus berupaya maksimal menuntaskan setiap tahap pemberkasan, sehingga kesabaran peserta sangat diharapkan agar proses dapat berjalan dengan maksimal.

“Kita sabar itu lebih baik untuk menerima hasil yang maksimal daripada tergesa-gesa, didesak-desak, akhirnya hasil yang tidak maksimal,” tuturnya.